plato
pagi yang selalu sama. Hari dibuka oleh sarapan penuh dagelan dan kejengkelan. Membaca berita lewat dunia maya hampir pasti meninggalkan pelajaran maha penting, bahwa saya harus sadar sebagai penduduk dari Negara berlumur masalah. Kali ini tragedy datang dari tenaga kerja Indonesia (TKI).
Ruyati, seorang TKW asal bekasi,jawa barat yang bekerja di arab Saudi berakhir naas, meninggal ditangan tukang jagal. Peristiwa miris ini setidaknya melahirkan 2 sorotan, pertama, eksekusi hukuman mati itu sendiri dan kedua perlindungan pada pekerja imigran.
Vonis dan praktek hukuman mati masih menjadi Sumber perebatan di banyak Negara. Berbagai protes mengalir untuk menghapuskan hukuman mati. Hal ini tentu saja terdengar mengerikan bagi banyak orang, seseorang dipenggal tanpa ampunan. Kontroversi beredar cukup ramai diantara sejumlah lembaga HAM internasional yang bertahun-tahun berkampanye menolak eksekusi mati. Bahkan, dalam konteks hukum islam sekalipun, masih menyisakan tumpukan perbedaan tafsir mengenai apakah ada kompromi atau tidak terhadap hukuman mati.



