Kemungkinan besar
hal ini akan terjadi pada tahun-tahun mendatang dalam hidupmu : "namamu
bagus. orang tuamu mendoakanmu dengan baik". mungkin sekali dua kali
terlontar di masa SMP atau SMAmu. tapi akan lebih sering dibicarakan saat masa
kuliahmu (ingat harus kuliah, jika berpikir nyeleneh untuk tidak kuliah
sebaiknya kubur saja dalam-dalam,,believe
me, you're gonna love it, :) )..saya,mungkin panggilanmu nanti adalah om
wawan,hehe, juga memimpikan hal yang sama. memanjatkan doa terbaik untuk
orang-orang yang saya sayangi. tapi kelak jika maha berdoa jangan pernah lupa
mendoakan mereka yang tidak beruntung, mereka yang lebih sering melewati
hari-harinya dengan perih. bapak dan ibumu adalah orang yang tepat untuk maha
ajak berdiskusi tentang nilai sosial serta toleransi dalam agama.
Ini adalah kado
kecilku buatmu. Kado itu symbol dari perhatian sekaligus tanggung jawab. Tetapi
bentuk, nilai, maupun kadar hadiah atau kado bisa sangat beragam. tidak semua
kado itu harus dilihat, dirasakan, atau dinikmati secara langsung. Dalam tingkat
yang lebih tinggi, kado itu bisa menjadi semacam apresiasi entah oleh prestasi,
kebaikan, rasa syukur, atau perbuatan tidak terpuji. Tapi sayangnya, tidak
semua anak dapat kado atau tidak semua orang menyadari sedang diberikan kado. Bingung
kan? Santai saja. Kehidupan itu seperti sungai, mengalir tenang dengan tujuan
yang sudah pasti. Begitulah kita manusia bermula dari tiada dan akan sampai
pada ketiadaan juga. Bingung lagi kan?hehehe. maha duduk santai saja sambil
menikmati es krim, atau bernyanyi sesuka hati. Untuk penjelasan tentang kado
kamu akan menemukannya di bagian akhir tulisan ini.
Saya ingin berbagi 2
cerita menarik dan menyenangkan. Cerita ini sungguh luar biasa hingga tidak
sedikit orang sangat berhasrat untuk kembali merasakan hal tersebut. merindukan hal-hal menarik yang pernah terjadi
di masa lalunya. Ini adalah cerita tentang masa kanak-kanak, Momen paling indah
yang pernah dilewati. Mengapa indah? Karena anak-anak hanya merasakan
kebahagiaan. Setiap tempat di dunia seakan selalu tersenyum menyambut tawa mungilmu bersama teman-temanmu kelak. Mereka tidak melihat ada hal lain kecuali
sebuah kotak yang berisi permainan. Ya maha, permainan. Dunia ini akan menjadi
lelucon paling buruk tanpa permainan. Tak seorangpun anak manusia yang tidak
ingin bermain. Berlarilah sekencang-kencangnya lalu pulang dengan baju kotor
penuh debu dan lumpur. Setelah tiba di rumah berteriaklah “ibu,maha lapar. Maha
mau makan nasi goreng”. Belajarlah dari teman-teman disekitarmu untuk membuat layang-layang.
Jika kamu iri atau kesal karena layangan temanmu lebih keren, santai saja. Itu wajar
karena rasa iri dan kesal itu akan memaksamu belajar lagi mendapatkan hal yang
serupa. Berkumpulah dalam kelompok. Jangan terlihat murung dalam kelompokmu. Ajak
mereka berbincang tentang mainan baru, jadwal bermain bola esok hari, atau
sesekali hadiahkan temanmu pujian. Mereka pasti senang bersamamu. Kebahagiaan sejati
di dunia ini hanya milik anak-anak.
Di sekolah maha
tidak perlu terlalu menonjol atau menjadi yang paling pintar. Peringkat kelas
itu seperti permen, manisnya hanya terasa sekejap. Yang penting adalah
menperoleh teman bermain-sebanyaknya. Tetapi sebelumnya kamu sudah harus mampu
membaca dan melakukang perhitungan dasar. Bertanyalah sesering mungkin hingga
guru-guru disekolahmu pusing atau sedikit jengkel. Pelajaran paling penting disekolah
adalah persahabatan. Untuk menjadi pintar, ibu dan bapakmu sudah pasti siap 24
jam mengajarkanmu banyak hal. Dikemudian hari kita hanya akan lebih ingat
kegembiraan pada waktu jam-jam bermain atau istirahat dibanding buku pelajaran
dan materi kelas. Semakin engkau tumbuh dewasa maka kamu akan semakin menyadari
bahwa masa-masa sekolah itu tidak menjadi fase terpenting dalam kehidupanmu. Untuk
sampai disini tentu saja maha wajib rajin membaca. Minta pada orang tuamu untuk
dibelikan buku. Sebaiknya bukunya berisi cerita-cerita rakyat kita, dongeng, fantasia
atau hal-hal sejenisnya. Jangan lupa “memaksa” mereka untuk membelikan buku
gambar lengkap dengan pensil warna, krayon, atau cat lukis. Lalu bagaimana
dengan music?hhmmm, sebaiknya maha bernyanyi apa saja selama hatimu terisi
penuh keriangan. Meski orang tuamu mungkin punya selera music yang berbeda,
acuhkan saja. Saya serius tentang hal-hal tertentu dimana intervensi orang tua
tidak berlaku,wahahahahaha..
Cerita yang kedua
adalah masa kuliah. Kan diawal saya sudah bilang kalau masa mahasiswa itu
penting. Cuma kalah tipis dari masa kanak-kanak. Tapi saya tidak bisa bicara
banyak untuk cerita bermahasiswa. Bapak dan ibumu sudah jelas akan bercerita
panjang kali lebar sebagaimana catatan-catatan menarik mereka di blognya. Inti dari
bermahasiswa adalah belajar dan berbuat. Sederhananya adalah melihat banyak hal
dari sudut pandang yang berbeda. Oh iya, bagaimana dengan soal kado tadi?hhmm,
maafkan saya karena saya harus tidak menepati janjiku :).Maha akan menemukan
sendiri jawabannya dalam proses hidupmu kelak.
Finally, happy
birthday little buddy :)..tumbuh dewasa dan bahagia. Salam terhangat dari saya
dan niar. Niar sering lho membicarakan tingkah-polahmu,wahahaha. Untuk bapak
dan ibunya maha selamat berjuang lebih keras lagi untuk kehidupannya maha…
Rabu 30
november 2011,Pukul 01.35
Sindentosca_kepompong
Ini pasti menjadi
tulisan “terburukku”. Saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak menulis dengan
caraku sendiri. Bayangkan saya berada bermil-mil jauhnya untuk melihat
kehidupan dari sisi sebaliknya. Saya benar-benar terkejut menuliskan ini. Surely,
you must see me while I was making it. Saya hampir saja tak bisa berhenti
tersenyum!
*Dibuat sebagai
proyek kado untuk mahatma. Putra pertama dari pasangan bapak zulkhair dan ibu
harnita :)
gambar dikutip dari http://sujufemm.files.wordpress.com/2011/06/vg-happy-birthday.jpg


Anak yang beruntung....
BalasHapusKau iya kawan, kapan baru sy dengar dirimu punya buah hati?
*lempar pertanyaan trus ngumpet di warung coto
tenang coy. secepatnya :)
BalasHapus