Kita tak bisa memiliki pendidikan tanpa revolusi,
kita telah mencoba pendidikan damai selama seribu sembilan ratus tahun mari
kita coba revolusi dan kita lihat apa yang dapat dilakukannya sekarang
Hellen keller
Dunia pendidikan nasional merupakan buah dari perjuangan
panjang yang telah dirintis sejak dahulu. Pemahaman akan realitas pendidikan
tidak dapat dilakukan secara parsial tanpa menganalisis sejarah dan substansi
awal pendidikan. Dengan demikian adalah
sangat krusial untuk mengkritisi
gerak perubahan orientasi pendidikan dibawah komando sistemik regime yang
berkuasa di republik ini. Implementasi kebijakan pemerintah bukanlah persoalan
sektoral pada satu titik sehingga deskripsi terhadap apa yang terjadi mutlak
perlu menyentuh instrumen berpikir untuk membongkar relasi pengetahuan, dalam
hal ini pendidikan dengan entitas politik yang ada.
Kesalahan elementer sistem pendidikan kita hari
ini adalah munculnya kerancuan paradigma
bahwa pertama, kebijakan pendidikan adalah komponen terpisah dari skenario ekonomi-poltik
negara dan yang kedua, yaitu hadirnya kecendrungan melihat pendidikan hanya
sebatas alat mekanis yang berusaha memuaskan hasrat ekonomi dalam bentuk
pencapaian kesejahteraan material saja. Disisi lain kita menjumpai
apatisme dan tidak adanya komitmen politis pemerintah untuk menjadikan aspek
ini sebagai salah satu prioritas utama. Sehingga konsekuensi logis yang
menjangkiti masyarakat adalah berbagai fenomena akut seperti keterbelakangan
paradigmatik, pengangguran, kekerasan, korupsi, dsb. Ditengah carut-marutnya
kondisi pendidikan ini, pemerintah justru mengalami stagnasi atau bahkan
kemerosostan dalam kinerjanya. Penerapan
kebijakan-kebijakan neoliberal masih terasa kental yang kemudian menumpuk
persoalan dan ikut memperparah keadaan. Faktor klasik berupa ketiadaan komitmen
politis negara untuk membenahi kualitas pendidikan ternyata masih tumbuh subur.

