judul

(catatan yang tercecer) : proyek manipulasi UU BHP (Badan hukum Pendidikan)*


Kita tak bisa memiliki pendidikan tanpa revolusi, kita telah mencoba pendidikan damai selama seribu sembilan ratus tahun mari kita coba revolusi dan kita lihat apa yang dapat dilakukannya sekarang
Hellen keller
Dunia pendidikan nasional merupakan buah dari perjuangan panjang yang telah dirintis sejak dahulu. Pemahaman akan realitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial tanpa menganalisis sejarah dan substansi awal pendidikan. Dengan demikian adalah  sangat krusial untuk  mengkritisi gerak perubahan orientasi pendidikan dibawah komando sistemik regime yang berkuasa di republik ini. Implementasi kebijakan pemerintah bukanlah persoalan sektoral pada satu titik sehingga deskripsi terhadap apa yang terjadi mutlak perlu menyentuh instrumen berpikir untuk membongkar relasi pengetahuan, dalam hal ini pendidikan dengan entitas politik yang ada.
Kesalahan elementer sistem pendidikan kita hari ini  adalah munculnya kerancuan paradigma bahwa pertama, kebijakan pendidikan adalah komponen terpisah dari skenario ekonomi-poltik negara dan yang kedua, yaitu hadirnya kecendrungan melihat pendidikan hanya sebatas alat mekanis yang berusaha memuaskan hasrat ekonomi dalam bentuk pencapaian kesejahteraan material saja. Disisi lain kita menjumpai apatisme dan tidak adanya komitmen politis pemerintah untuk menjadikan aspek ini sebagai salah satu prioritas utama. Sehingga konsekuensi logis yang menjangkiti masyarakat adalah berbagai fenomena akut seperti keterbelakangan paradigmatik, pengangguran, kekerasan, korupsi, dsb. Ditengah carut-marutnya kondisi pendidikan ini, pemerintah justru mengalami stagnasi atau bahkan kemerosostan dalam kinerjanya. Penerapan kebijakan-kebijakan neoliberal masih terasa kental yang kemudian menumpuk persoalan dan ikut memperparah keadaan. Faktor klasik berupa ketiadaan komitmen politis negara untuk membenahi kualitas pendidikan ternyata masih tumbuh subur.

Yue-Yue dan wajah kita yang sesungguhnya




Niar menelpon sekitar jam 10-an tadi malam. Seperti biasa kami bicara banyak hal. Dari kebiasaanku bangun terlambat, kuliah, kerja, music, film, hingga sesekali tetek bengek bernama politik. Perbincangan kami seringkali diwarnai tawa dan humor-humor spontan, diluar sejumlah keluhan tentunya,hehe. Obrolan semalam ternyata meninggalkan bekas yang hingga kini belum juga menghilang. Niar memberitahu bahwa ada anak kecil di cina yang ditabrak mobil, kira-kira berumur 2 tahun lebih. Namun kecelakaan pada yue yue (nama anak kecil itu) ternyata memicu kontroversi dan sorotan besar-besaran terutama di cina. Bercampur rasa jengkel niar bilang bahwa yue yue yang bersimbah darah dibiarkan tergeletak dijalan. Sopir idiot yang menabrak, kabur dan cuek. 18 orang yang kebetulan lewat dijalan yang sama tidak peduli dan hanya melihat tanpa tindakan apapun pada yue yue!!!

Mengenai Saya

Foto saya
Perantau. Sedang berusaha membangun keluarga bahagia.