judul

Sedikit catatan dari film zeitgeist..


 sebenarnya postingan ini sudah kadaluarsa alias terlambat. filmnya sudah release sejak 4 tahun yang lalu,hehe

Judul             : ZEITGEIST(1)
GENRE          : documenter
Sutradara       : peter joseph
Tahun             : 2007
Tema film       : ekonomi- politik, social budaya, dan media massa


 ZEITGEIST DAN OMONG KOSONG DI DUNIA

There is something behind the throne greater than the king himself...
(Sir William Pitt,1770)

Lazimnya, sebuah film documenter adalah upaya menuangkan fakta dan gagasan sebagai respon terhadap kondisi objektif masyarakat. film documenter dapat dimaknai sebagai upaya pendidikan dan transformasi berbagai gagasan yang melingkupi aspek agama, ekonomi, politik, dan budaya. Maka tidak heran film documenter memiliki signifikansi dan tempat istimewa dalam proses kreatif kebudayaaan. Pada prinsipnya, karya film documenter berusaha merekam atau mendokumentasikan fakta-fakta atau realitas kehidupan dari berbagai sudut pandang. Darisini, kita dapat membuat klasifikasi apakah film documenter tersebut lahir hanya sebagai potret an-sich atas kehidupan atau lebih jauh yakni upaya pembongkaran dan penemuan kembali atas realitas kehidupan kita. Khusus untuk klasifikasi yang kedua, kita akan mendapatkan sejumlah muatan fakta baru, kritik, tinjauan ulang atau bahkan provokasi untuk memahami realitas secara berbeda. Tengoklah bagaimana Fahrenheit 9/11, an inconvenient truth, new ruler of the world, supersize me, dan film-film lain sejenis punya pengaruh yang begitu kuat. Namun Sebagian besar film-film tersebut terspesialisasi dalam membahas satu atau dua aspek saja misalnya lingkungan, ekonomi-politik, gerakan perlawanan. atau bahkan hanya sampai pada kritik dan deskripsi. Pada titik inilah, zeitgeist( memenangkan penghargaan best feature pada artivist film festival 2007) hadir sebagai film dengan gaya yang berbeda. Film yang disutradarai oleh peter joseph ini, mencoba menyajikan hampir semua aspek kehidupan kedalam satu film.
Zeitgeist, dengan sangat gamblang dan hati-hati menganalisa corak, struktur dan dampak peradaban manusi modern. Fenomena agama, perang, kemiskinan, system ekonomi (uang), hingga media massa menjadi topic utama analisanya. Seperti judulnya, zeitgeist (berasal dari bahasa jerman yang berarti semangat zaman) benar-benar berusaha memperlihatkan bagaimana kehidupan modern berjalan. Sejumlah data, fakta, dan gagasan penting mengalir jauh mengikuti logika sistemik tatanan masyarakat. Kehadiran film ini cukup layak untuk diapresiasi. Bahkan mungkin saja zeitgeist akan menjadi amunisi baru bagi tegaknya dinamisasi gerakan yang lebih baik. Sesuai tradisi kerja film documenter, zeitgeist bergerak untuk  menelusuri menjelaskan, bahkan menyingkap secara komprehensif struktur dan substansi peradaban manusia  yang konon sangat maju dan manusiawi.
Dilain pihak, menyaksikan zeitgeist seakan-akan kita digiring menuju medan wacana dan beberapa teori kritis ilmu social. Kombinasi berbagai kerangka kritis analisa social menghampar begitu menarik. Perhatikan bagaimana zeitgeist dengan cermat menggunakan konsep-konsep seperti teori hegemoni, lewat analisa mendalam bagaimana propaganda media massa mengontrol kesadaran public. Misalnya, sepak terjang bank sentral di AS yang yang menjadi tonggak penindasan ekonomi di AS. Bank sentral diarahkan untuk menciptakan dan menggunakan uang dengan bunga dan hutang. Atau bagaimana isu terorisme dikemas sedemikan rupa hingga menjadi konsumsi massal dan mengelabui kita seolah-oleh terorisme itu lahir dari timur tengah. Sehingga tidak mengherankan kalau stereotype tentang orang arab dan muslim adalah bau amis darah fundamentalisme. Sihir propaganda pemerintah lewat media massa, institusi agama, sekolah-sekolah sukses mereproduksi sejumlah omong kosong terkenal di dunia. Contohnya uang yang dipahami sebagai kewajaran tanpa kritik, perang demi kemanusiaan atau pentingnya menjalankan system ekonomi berbasis monenterisme dan lain-lain.

secara umum, zeitgeist membahas bahwa kehidupan manusia telah mengalami kebangkrutan luar biasa. Berbagai persoalan yang timbul ditengarai sebagai konsekuensi langsung dari kesalahan inheren dan structural system dunia yang hari ini sangat dominan. Agama, system moneter, pemerintah, dan media massa mainstream merupakan sejumlah institusi yang dipandang harus bertanggung jawab. Dengan sangat gamblang dan factual zeitgeist menjelaskan  perang dan berbagai konflik yang pernah terjadi di dunia tidak lebih dari scenario yang disusun oleh segelintir elit. Sebutlah perang dunia I yang dipicu oleh insiden tenggelamnya kapal lusitania tahun 1915, keterlibatan amerika serikat dalam perang dunia II dan perang vietnam akibat skenario sistematis oleh beberapa pemodal, isu terorisme dari AS yang menyamarkan bisnis korporasi,  fungsi dan keberadaan bank sentral dalam menjerat masyarakat lewat hutang, Penipuan berkedok kesucian agama dan kebesaran Tuhan, hingga segala jenis hiburan dan informasi dari media massa yang ternyata menjadi instrument untuk melanggengkan kepentingan tertentu serta bentuk manipulasi kesadaran. Dunia dalam kepala kita akhirnya disusutkan dalam bentuk sebuah tabung yang disebut televisi. Keseharian kita disalurkan menuju hiburan dalam bantuk popularitas, lifestyle, seksualitas, dan citra-citra tentang gengsi dan posisi kelas social.

Yang paling menarik dari film ini adalah runutan atau sistematika pembahasannya yang sangat rapi dan koheren dan akhirnya bermuara pada sebuah hipotesis bahwa (menurut hemat penulis) semua bentuk kebobrokan dan kejahatan baik itu berupa perang, konflik agama, doktrin media massa adalah modus dari kekuasaan dan dominasi motif ekonomi yaitu kapitalisme! Bisa jadi zeitgeist adalah film yang sangat informative dan edukatif juga sekaligus mengerikan,hehe.

Namun begitu sejumlah sorotan tajam menagarah pada film ini. Sejumlah pihak mengkritik zeitgeist karena terlampau konspiratif. zeitgeist divonis sebagai produk dari teori konspirasi. Benarkah demikian? Fakta-fakta yang disajikan sangat sulit dibuktikan validitasnya. Misalnya, beberapa dokumen yang ada dianggap tidak memiliki sumber yang jelas, interview hanya pada beberapa orang yang tendensius atau pada proses edit video yang cenderung manipulatif. Jika definisi karakter teori konspirasi adalah sesuatu yang sulit dibuktikan kebenarannya, kabur, dan terlalu subjektif, maka justru itu menunjukan problem besar dalam dunia sains. Ternyata, ada banyak fenomena yang tidak dapat dijelaskan secara memadai oleh kerangka mainstream pemikiran yang ada. Dengan kata lain, ada fakta yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Apakah saya membela teori konspirasi?sama sekali tidak. Teori konspirasi hanyalah salah satu sudut pandang untuk memahami realitas sehingga perdebatan mengenai validitasnya merupakan sesuatu yang inheren sebagaimana pada teori-teori lain. Disamping itu, asumsi tersebut akan semakin lemah jika kita mau terbuka bahwa politik dan dominasipun eksis secara teoritis dalam ilmu pengetahuan.

 Terlepas dari sorotan ini, zeitgeist adalah film yang perlu disambut. Setidaknya film ini membantu membuka sumbat yang dipasang oleh despotisme kekuasaan dan kapital. Jika klaim ilmiah itu tunggal maka lupakan film ini!cheers:)
untuk catatan zeitgeist 2, segera menyusul.
note : rencananya awal tahun 2011 ini zeitgeist 3 akan segera release,hehehe

1 komentar:

  1. yuhuuuuuiiiii, setelah mengalami hibernasi yang panjang,akhirnya dirimu hidup lagi.. smangaaaaaaaat:D

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya
Perantau. Sedang berusaha membangun keluarga bahagia.