Sejak
masa kanak-kanak memiliki impian dianggap perlu dan penting. Merangsang dan
menggerakkanmu untuk belajar sekaligus bekerja keras. Kadang juga secara
psikologis dipandang sehat untuk kejiwaan. impian wajib tinggi, bahkan boleh
beradu ketinggian dengan langit. Singkat kata cita-cita atau impian adalah
produk terbaik yang pernah dihasilkan imajinasi manusia. Gratis, indah, dan
menyenangkan. Ini merupakan klise pertama.
Klise
yang kedua berupa betapa tidak mudahnya menggapai impian. Begitu sulitnya
hingga jasa konsultasi dalam bentuk self-help aka bisnis motivasi tumbuh lebih
pesat dibanding follower si justin bieber. Dahulu saya pernah punya impian
untuk menjadi dokter. Alasannya sederhana saja, nilai biologi saya bisa
dikatakan bagus selama SMA. Mata pelajaran ini saya lahap dengan rakus. Namun saya
justru memutar kemudi dan akhirnya merubah haluan. Soal-soal matematika, kimia,
dan fisika di SPMB jauh terlalu canggih untuk saya. Godaan untuk menjadi kaya
dan prestisius sebagai dokter pun berlalu. Bahkan semakin jauh berlalu setelah
memilih jurusan lain yang memang menjadi cinta kedua saya setelah biologi. Singkat
kata lagi, dunia berputar, realitas ikut berubah.

