Tak
pernah ada tulisan dalam bentuk
ide. Pilihannya Cuma dua, pakai tinta
atau computer. Duduk melamun atau duduk
mengetik. Eksekusi sesegera mungkin atau tertahan oleh kekhawatiran (perfeksionisme
tak beralasan!). Atau ini, giat berlatih
atau tidak. Diluar dari ini tampaknya
menulis hanya berakhir sebagai khayalan. Btw, ini adalah personal reminder yang
lebih sering saya acuhkan. Setahun lebih
berselang, daftar presensi postingan baru nol besar. Tapi tak masalah. Tak ada orang diluar sana yang dirugikan,
kecuali proses belajar saya yang jadi berantakan tentu saja. Mari skip basa
basi ini menuju basa basi lain yang disebut rencana. Apakah rencana merupakan
basa basi? Saya berpikir rencana adalah evolusi dari basa basi. setidaknya Ia adalah
basa basi paling indah dan meyakinkan sebelum kemudian benar-benar menjadi basa
basi oleh kemalasan.
Saya sebelumnya berencana menulis komentar iseng
tentang rencana kemakmurn dan kesejahteraan pada kesepakatan APEC 2013 dan konsolidasi
kapitalisme uni eropa dalam kebijakan austerity
setelah tersungkur akibat krisis hutang. Mengapa diskursus neoliberal dan
kapitalisme adalah bentuk lain dari rencana yang berakhir sebagai basa basi. Bukan
karena perkara disiplin atau kemalasan tentu saja, tapi pada mekanisme internal
bagaimana sistemnya berfungsi dan berjalan. Materinya masih agak samar dan kasar tapi saya
yakin dengan sedkit polesan disiplin pasti bisa rampung. Yah, meskipun kadar
dan bobotnya akan sangat rata-rata. Sekali
lagi terbukti bahwa rencana saya berakhir sebagai basa basi. Mirip dengan janji
kemakmuran dan kesejahteraan yang dihasilkan dari peristiwa peristiwa diatas.
