judul

catatan kecil dari May Day Yogyakarta 2012




Bulan Mei dapat dikatakan sebagai bulan tersibuk, setidaknya untuk beberapa pihak. Pengamanan aksi biasanya meningkat di bulan ini, para awak media massa juga terlihat panen berita, dan terakhir tentu saja demonstrasi tumpah dibanyak tempat. Ya, Mei adalah bulan yang diwarnai sejumlah momen penting nan historis. Salah satu yang paling fenomenal adalah hari buruh internasional, 1 Mei. Momentum yang lebih akrab diistilahkan sebagai mayday ini menjadi tonggak krusial untuk melihat dan memahami kembali sejarah gerakan kelas pekerja. Tahukah anda bahwa kerja 8 jam sehari baru dikenal sekitar akhir abad 19? Tahukah anda bahwa perbaikan kondisi kerja berikut jaminan sosial kerja bukanlah hadiah pemerintah?
Saya secara subjektif memandang bahwa peringatan hari buruh sedunia adalah wajib. Terlalu banyak kontribusi para buruh dalam hidup saya baik secara langsung maupun tidak langsung. Disisi lain hari buruh juga adalah ruang refleksi bagi pekerja kerah putih atau siapa pun yang berada dalam lingkaran capital. Mereka yang tak bisa hidup tanpa rantai industrial, pasar, atau majikan juga termasuk buruh. Saya berkesempatan ikut dalam barisan aksi may day kemarin (1/05/12) di Yogyakarta. Berikut ini adalah sedikit catatan dari peristiwa tersebut.

Mengenai Saya

Foto saya
Perantau. Sedang berusaha membangun keluarga bahagia.