Sudah hampir 3 bulan
blog ini tak terurus. Anehnya,ketimbang menghasilkan tulisan terbaru saya
justru lebih sibuk memperhatikan postingan apa saja yang telah terbaca sambil
menunggu kehadiran komentar atau pesan yang mengiringinya. harapan tetaplah
harapan, tak ada satupun yang muncul sejak postingan terakhir, yang lucunya
justru ditanggapi oleh tetangga kamar kost,hahaha..
Harus diakui motivasi menulisku turun
drastis hingga pada titik paling gawat. meskipun saya bukanlah seorang
penulis-selayaknya definisi dan ciri utama penulis-, maka saya tak pernah
ditimpa beban untuk senantiasa memproduksi tulisan. tetapi harus diakui
aktifitas menulis memang menyenangkan. sesuatu yang menjadi alasan utama
kelahiran blog sepele ini. saran dari niar untuk membuat tulisan baru sudah tak
terhitung jumlahnya. saya biasanya menimpali dengan "iya, tunggu saja,
atau postingannya pasti ada kok" lalu diikuti rasa bersalah yang terus
menyerang. sederet kata-kata mujarab pengobat ekspektasi,mirip dengan janji
kosong para pengemis elektoral disetiap momen pemilu. meski dengan konteks
berbeda tentunya.
Dalam keadaan miskin
semangat menulis, anehnya saya justru terjebak pada beberapa klise dan
justifikasi kuno. apa pentingnya menulis jika tulisan yang hampir sama
bertebaran dibanyak ruang media cetak maupun internet? apa istimewanya menulis
jika sejumlah tulisan lain punya kualitas yang jauh lebih baik? atau yang
ini,untuk apa menulis jika pada akhirnya bersandar pada motif dangkal bernama
pujian dan legitimasi? ahh,rasa-rasanya mereka pernah terjawab tuntas. meski
demikian, pertanyaan ketiga hampir selalu melekat. seringkali perbedaan 2 hal
menjadi terlampau tipis. antara yang baik dengan pura-pura baik atau antara
yang benar dengan seolah-olah benar...
Sudah hampir 3 bulan
blog ini mogok. bukan karena mesinnya tentu saja, tapi karena pemiliknya. Saya sendiri
tidak memiliki alasan yang cukup tepat untuk tidak menulis,padahal ada beberapa
kejadian menarik dan penting untuk ditulis. Ambil contoh, insureksi rakyat
sape,di bima NTB yang sukses mencabut surat sakti izin eksplorasi tambang
sekaligus membungkam (sekali lagi) pesimisme atas kekuatan gerakan sosial
rakyat. berbagai peristiwa krusial datang silih berganti terutama bila
rujukannya adalah kebijakan negara yang sangat signifikan mempengaruhi grafik
kehidupan saya dan orang diluar sana baik dalam skala makro maupun yang paling
mikro. Namun entah kenapa segalanya
tiba-tiba menjadi rumit, menekan tuts keyboard menjadi berkali-kali lebih berat
dari biasanya. Rencana yang menunggu eksekusi akhirnya mengendap. Beberapa
postingan lanjutan terpaksa masih terparkir..
pukul :16.48
camera obscura_don't go crowds
gambar dikutip dari http://lialuv.blogspot.com/2011/08/ketika-jenuh-menyapa.html


sesekali kau tulislah tentang niar
BalasHapuspasti kau akan sangat produktif wkwkwk
usul dipertimbangkan,hehe :D
BalasHapus