Bulan
Mei dapat dikatakan sebagai bulan tersibuk, setidaknya untuk beberapa pihak.
Pengamanan aksi biasanya meningkat di bulan ini, para awak media massa juga
terlihat panen berita, dan terakhir tentu saja demonstrasi tumpah dibanyak
tempat. Ya, Mei adalah bulan yang diwarnai sejumlah momen penting nan historis.
Salah satu yang paling fenomenal adalah hari buruh internasional, 1 Mei.
Momentum yang lebih akrab diistilahkan sebagai mayday ini menjadi tonggak krusial
untuk melihat dan memahami kembali sejarah gerakan kelas pekerja. Tahukah anda
bahwa kerja 8 jam sehari baru dikenal sekitar akhir abad 19? Tahukah anda bahwa
perbaikan kondisi kerja berikut jaminan sosial kerja bukanlah hadiah
pemerintah?
Saya
secara subjektif memandang bahwa peringatan hari buruh sedunia adalah wajib.
Terlalu banyak kontribusi para buruh dalam hidup saya baik secara langsung
maupun tidak langsung. Disisi lain hari buruh juga adalah ruang refleksi bagi
pekerja kerah putih atau siapa pun yang berada dalam lingkaran capital. Mereka
yang tak bisa hidup tanpa rantai industrial, pasar, atau majikan juga termasuk
buruh. Saya berkesempatan ikut dalam barisan aksi may day kemarin (1/05/12) di
Yogyakarta. Berikut ini adalah sedikit catatan dari peristiwa tersebut.






