judul

Klise,Lelucon, dan Kemunafikan Seputar Kenaikan Harga BBM

 

 lukisan karya Moses Foresto,2010


Kebetulan gairah menulis sedang sedikit membaik, saya putuskan untuk kembali corat coret. Kebetulan juga banyak lelucon dan kekacauan bertebaran akhir-akhir ini. Rencana pemerintah untuk kembali menaikan harga BBM adalah episode hits untuk beberapa pekan ini dan yang akan datang. dalam pemerintahan yang bergaya sinetron seperti sekarang, rakyat perlu belajar terbiasa dengan manipulasi dan kebohongan. belum lagi watak munafik yang rajin dipertontonkan. BBM naik lagi dan kebijakan tersebut kemungkinan besar akan direstui oleh aliansi politik tak bermutunya di parlemen. aahh, siapa sih yang bisa melupakan rentetan kebijakan pro modal plus lawakan-lawakan konyol penguasa di republik ini? akan tetapi, ada sejumlah hal menarik yang dapat ditelaah lebih jauh menyangkut subsidi BBM yang diamputasi oleh pemerintahan yang berpura-pura tidak neoliberal ini. Presiden kembali berdalih tentang fluktuasi harga minyak dunia sebagai factor determinan kenaikan harga BBM. Dikatakan bahwa   goncangan eksternal dari harga minyak dunia otomatis akan membawa ekonomi negara kedalam jurang krisis. justifikasi yang sudah dua kali dilancarakan sejak 2008 lalu. Scenario ini tak pelak menyulut kontroversi dari berbagai pihak. rakyat kelas menengah kebawah terutama rakyat miskin untuk kesekian kali mesti bersabar,bagi yang ingin bersabar tentu saja, menjadi tumbal. lalu beberapa pengamat ekonomi, politik, hingga sejumlah partai politik yang turut menyerang rencana kenaikan harga BBM, terlepas apakah bentuk oposisinya orisisnil atau palsu. Dan hari-hari ini perlawanan berkobar dibanyak daerah diseantero negeri.


Ditengah kondisi runyam dan chaos politik, terbelahnya kepentingan merupakan sesuatu yang niscaya. Cukup mudah untuk melihat alasan dan rasionalisasi dari orang atau pihak-pihak yang memilih setuju, menolak, setuju dengan syarat, sampai posisi paling absurd sedunia yakni netral. Toh, semuanya dibenarkan setidaknya dalam iklim demokrasi liberal hari ini. Bahkan memutuskan menjadi iblis pun wajar-wajar saja begitupun bagi mereka yang memimpikan transformasi radikal terhadap imperium capital beserta turunannya. Darisana akan terlihat jelas bagaimana kepentingan, sikap politik, dan garis ideologis yang dianut pihak-pihak tadi. Tapi, sudahlah, sekali lagi itu adalah realitas yang niscaya walaupun setiap dari kita pasti saling menabrak pada akhirnya.

senja dari kali code








Come On, Come On Get Through it..



Sudah hampir 3 bulan blog ini tak terurus. Anehnya,ketimbang menghasilkan tulisan terbaru saya justru lebih sibuk memperhatikan postingan apa saja yang telah terbaca sambil menunggu kehadiran komentar atau pesan yang mengiringinya. harapan tetaplah harapan, tak ada satupun yang muncul sejak postingan terakhir, yang lucunya justru ditanggapi oleh tetangga kamar kost,hahaha..
Harus diakui motivasi menulisku turun drastis hingga pada titik paling gawat. meskipun saya bukanlah seorang penulis-selayaknya definisi dan ciri utama penulis-, maka saya tak pernah ditimpa beban untuk senantiasa memproduksi tulisan. tetapi harus diakui aktifitas menulis memang menyenangkan. sesuatu yang menjadi alasan utama kelahiran blog sepele ini. saran dari niar untuk membuat tulisan baru sudah tak terhitung jumlahnya. saya biasanya menimpali dengan "iya, tunggu saja, atau postingannya pasti ada kok" lalu diikuti rasa bersalah yang terus menyerang. sederet kata-kata mujarab pengobat ekspektasi,mirip dengan janji kosong para pengemis elektoral disetiap momen pemilu. meski dengan konteks berbeda tentunya.

Mengenai Saya

Foto saya
Perantau. Sedang berusaha membangun keluarga bahagia.