judul

the road not taken...


Ini juga salah satu puisi favoritku. Ditulis oleh Robert frost (26 maret 1874-29 januari 1963)

the road not taken...

Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveller, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I--
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference

...Robert Frost

anatomi liberalisasi investasi migas indonesia

Dinamika pembangunan ekonomi Indonesia dalam konteks investasi sejak dahulu sangat kompleks. Bahkan paska era reformasi tahun 1998, investasi terutama investasi asing telah menciptakan perdebatan dan polemic cukup panjang. Sejumlah kalangan menilai bahwa pemerintah terlalu ceroboh dalam prakyek liberalisasi investasi asing yang cenderung tanpa control. Perluasan investasi asing adalah masalah krusial yang dapat berimplikasi pada kedaulatan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Disatu sisi, pemerintah terutama sejak kolapsnya rezim soeharto, meyakini bahwa ruang liberalisasi yang lebih besar akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Modal asing dan industrialisasi yang dibawanya, diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus menambah pendapatan nasional. Namun begitu, bagi sehymlah kelompok, langkah liberalisasi investasi justru menjadi persoalan baru. Penetrasi modal asing tanpa regulasi dan control terpadu dari pemerintah akan sangat membahayakan ekonomi Negara serta kesejahteraan rakyat itu sendiri. Esai berikut, akan mencoba menganalisa pelaksanaan liberalisasi investasi asing yang berfokus pada sektor minyak dan gas (migas). Penulis berasumsi bahwa invetasi asing yang terlalu dominan di sektor migas cenderung hanya mereproduksi ketimpangan distribusi kekayaan. Bahkan lebih prinsipil lagi, hal tersebut bertentangan langsung dengan kontitusi dasar yakni UUD 1945 pasal 33.
Agenda investasi asing di Indonesia adalah produk kebijakan pemerintah yang sudah diterapkan sejak era pemerintahan Soekarno. Sebagaimana Negara lainnya, Indonesia tak akan mampu mengelola ekonomi tanpa kerjasama dan kemitraan bersama pihak swasta maupun Negara dari luar negeri. Namun begitu, perluasan investasi asing (selanjutnya disebut dengan liberalisasi investasi/penanaman modal) semakin intensif terjadi sejak orde baru yakni pemerintahan soeharto hingga sekarang. Sebelum melangkah lebih jauh,penting untuk dipahami bahwa investasi asing dan liberalisasi penanaman modal adalah dua hal yang sangat berbeda. Investasi asing merujuk pada strategi pembangunan ekonomi dengan mengundang investor luar negeri sebagai mitra sekaligus stimulans yang menggerakan pertumbuhan ekonomi Negara. Pilihan ini biasanya diikuti oleh penerapan regulasi dan beberap batasan prinsipil. Sedangkan liberalisasi penanaman modal adalah strategi menarik inevastasi luar negeri secara massif lewat penghapusan sejumlah aturan dan hambatan (barriers) bagi aliran modal yang masuk. Dewasa ini Indonesia sedang berhadapan dengan berbagai masalah yang ditimbulakn oleh liberalisasi investasi. Kontroversi bahkan protes banyak mengalir ke pemerintah.

1 ramadhan

Yeeaaahh, akhirnya berjumpa lagi dengan ramadhan. My most anticipated month,hahaha. Selalu muncul kebahagiaan aneh tiap kali momentum ini muncul. Lebih aneh lagi karena sangat sulit saya uraikan lewat kata-kata. Ramadhan selalu menghadirkan dimensi sosial yang unik, menarik, dan menyenangkan. Ada banyak fenomena yang sebaiknya tidak dilewatkan. Dari mencari makan untuk buka, bangun sahur, tarawih, petasan, jalan-jalan, atau ini :pulang kampung!. Bobot kegembiraan biasanya bertambah berat kalau hal-hal tadi terjadi di kampung halaman,hehe.

Selain hal menarik, hal tidak menarik juga tidak kalah banyaknya. Ramadhan adalah bulan belanja tanpa kontrol. Momentum panen besar-besaran bagi retailer, provider seluler, rumah produksi sinetron atau acara lawak, dan semua produk barang dan jasa yang bisa ditelan habis oleh hysteria ramadhan... 

Untuk sementara mari menikmati 1 ramadhan. Selamat berpuasa buat kawan-kawan yang menjalaninya, meski lebih tepatnya selamat berjuang melampaui “puasa” itu sendiri..

Pukul : 16:13
The charlatans_blackened blue eyes

Mengenai Saya

Foto saya
Perantau. Sedang berusaha membangun keluarga bahagia.