judul

critical review : krisis hutang amerika latin menurut thomas oatley



dalam review ini, saya akan mengangkat tulisan dari Thomas oatley dalam bukunya yg berjudul international political economy:interests and institutions in the global economy. Adapun tema tulisan yang akan ditinjau adalah fenomena krisis financial Negara Negara amerika latin yang tertuang dalam bab14 :developing countries and international finance : the latin American debt crisis. saya akan berusaha menganalisa, melakukan komparasi, dan menivestigasi pokok pemikiran Thomas oatley dari perspektif yang berbeda. Dengan demikian penulis berharap dapat menemukan sejumlah aspek yang kurang dielaborasi atau bahkan mungkin luput dari pengamatan Thomas oatley. Namun begitu, review ini tentu saja akan diawali oleh deskripsi mennyangkut analisa dan gagasan oatley yang berkaitan dengan tema diatas.


Introduksi dan latar belakang

Dalam bukunya, tulisan Thomas oatley sangat berbobot dan analitis. Dekripsi dan penjelasan oatley mengenai basis dan metode pembangunan ekonomi Negara berkembang seperti di amerika latin berhasil menawarkan pemahaman yang cukup komprehensif. Hal tersebut direfleksikan dalam pembahasan dinamika system financial dan relasinya dengan krisis hutang yang melanda Negara-negara amerika latin dimana diawali oleh uraian tentang prinsip dan mekanisme kerja pembangunan ekonomi berbasis investasi dan pinjaman luar negeri. Namun demikian, tentu saja setiap penulis tidak dapat lepas dari tendensi subjektif dan perspektifnya sendiri yang menjadi karakter utama tulisannya. Oleh karenanya, penulis berusaha mengulas aspek kajian yang kurang tereksplorasi dalam pembahasan krisis hutang di amerika latin.
Bab 14 buku oatley, diawali oleh latar belakang dan gambaran umum pada dinamika kebijakan ekonomi Negara Negara amerika latin yang berupaya mendorong pertumbuhan lewat mekanisme ekonomi liberal. Tetapi, oatley meyakini bahwa Negara Negara sedang berkembang termasuk di amerika latin seringkali melewati periode sangat sulit dalam perjalanan ekonominya dalam hal ini berupa ledakan krisis ekonomi. Kemajuan dan kemunduran ekonomi mereka tampak telah menjadi siklus teratur.

poster anti tambang di wera, bima

panjang umur perlawanan warga wera,bima (NTB)!
poster ini dikutip dari:
http://barawera.wordpress.com/2011/04/08/warga-wera-melawan-koorporasi-tambang-pasir-besi/

dari konser ERK*


Minggu yang sangat buruk. Inter 2 kali kalah secara memalukan, hasrat mencetak buku yang belum kesampaian, postingan blog stagnan, suasan kuliah yang masih membosankan, atau ini yang paling serius, kerinduanku yang teramat besar pada aktifitas-aktifitas lama bersama kawan-kawan di kampus. Tapi hidup kelas menengah tidak selalu dibalut oleh cerita suram bukan? Yeah, kita selalu menemukan kesenangan dan merayakan dunia meski dengan rasa tega dan tak tahu malu…terdengar sarkastis memang, tapi inilah kondisi objektifnya. Hampir tiap hari kita ikut mengotori bumi, hanyut dalam hiruk-pikuk budaya urban, atau yang paling menyedihkan adalah berdiam diri melihat persoalan disekitar (walau berontak secara minimal via kutukan dalam hati). Lantas, apakah kita tidak berhak bersenang-senag?tentu saja tidak. Kesenangan adalah anugerah dan itulah yang membuat hidup lebih menarik. Namun yang menjadi soal adalah eksistensi kita ditopang oleh kontribusi sekaligus penghisapan terhadap orang lain. Setiap piring nasi, segelas kopi, berlembar-lembar pakaian, rokok, atau hiburan dan kebutuhan harian kita adalah produk yang diolah lewat keringat buruh yang tidak dibayar layak, petani tanpa tanah, nelayan miskin, atau kerja segenap buruh di sektor lain. Mustahil untuk mengklaim bahwa kita eksis tanpa peran orang-orang tadi. Singkat kata, ayo lakukan sesuatu!!!hehehe…

mengenal hubungan neoliberalisme dengan finansialisasi

postingan berikut ini saya terjemahkan dari tulisan Ben Fine yang berjudul neoliberalism as financialization dalam buku economic transitions to neoliberalism in middle-income countries, edited by Alfred Saad Filho and Galip L. Yalman, published by routledge,2010


Mempertentangkan neoliberalisme

Ketika pertamakali muncul, neoliberalisme tampaknya,relative dapat didefinisikan dengan mudah dan tidak menimbulkan kontroversi. Dalam arena ekonomi, ia adalah sesuatu yang sangat kontradiktif dengan keynesianisme dan menitikberatkan pada mekanisme pasar yang berjalan sempurna. Pandangan yang serupa secara khusus menyatakan bahwa peran Negara bersifat korup, Negara menjadi rentenir, dan tidak efisien sehingga menghambat kemajuan dan kebaikan. Secara ideologis, pencarian individu akan kepentingan pribadi merupakan alat menuju kebebasan sebagai lawan dari kolektifisme. Dan secara politis, reagenisme serta thatcherisme memainkan peran yang sangat signifikan. Penting juga diperhatikan bahwa neoliberalisme harus muncul segera setelah berakhirnya era perang bersama kolapsnya system bretton woods mengenai system pertukaran mata uang tetap (fixed exchange rate).

Itu semua terjadi 30 tahun yang lalu,ketika neoliberalisme telah merambah dunia akademis sebagai kosakata yang belum popular, namun sekarang ia telah diperdebatkan dimana-mana terlepas apakah definisinya jelas atau kabur. Bagaimana ia bergerak bersama globalisasi dalam kerangka kapitalisme kontemporer, sebagai tatanan dunia baru dan imperialism baru. Apakah setiap istilah tersebut mengacu pada pemahaman yang sama namun dengan konsep dan titik berat yang berbeda? Dan bagaimana kita menempatkan neoliberalisme dalam relasinya dengan politik jalan ketiga (third wayism), konsep pasar social (social market), dan sebagainya. Politisi, teoritisi, dan ideolog mana sajakah yang dengan bangga mengambil jalur berbeda dari neoliberalisme, atau siapa sajakah yang dalam kebijakan dan politiknya, telah ditelan oleh neoliberalisme (atau setidaknya sebagian saja,dalam beberapa kasus)?

Mengenai Saya

Foto saya
Perantau. Sedang berusaha membangun keluarga bahagia.